Potret Pendidikan di Daerah Terpencil

Sanggau, 02 September 2021, SEKAYAM.com, SANGGAU-Banyak permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. 

Salah satunya SDN 25 Perimpah, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau tepatnya di Dusun Sei Beruang kondisi  sekolahnya sangat memprihatinkan karena keterbatasan fasilitas yang kurang memadai, Fasilitas sangat berpengaruh penting untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. 



Banyak siswa yang merasa tidak nyaman belajar di karenakan fasilitas yang kurang memadai semisal bangku yang rusak, atap sekolah yang bocor tentu hal ini sangat menghambat kegiatan belajar mengajar dikelas. 

Didaerah terpencil bukan hanya sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai tetapi juga SDM nya sendiri yang menjadi permasalahannya sehingga itu tidak hanya memicu ketidaknyamanan belajar dikelas tetapi bagaimana nanti kedepannya dapat mencetak generasi yang baik untuk masa depan bangsa.


Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah setempat pemerintah seharusnya  aktif melakukan penyuluhan-penyuluhan ke berbagai sekolah dengan tujuan mengecek sekolah-sekolah yang masih minim fasilitasnya sehingga pemerintah siap bergerak untuk memberikan dana bantuan kepada sekolah-sekolah yang minim fasilitasnya.



Anak Terlalu Sering Menggunakan HP? Inilah Upaya yang Dapat dilakukan untuk Menguranginya

            Hallo sobat blogger, kembali lagi di zaman sekarang ini, HP sudah tidak asing lagi bagi generasi muda bahkan anak-anak. Terlebih lagi di masa pandemi ini yang mengharuskan siswa belajar online dari rumah. Otomatis mereka harus mempunyai device agar bisa mengikuti pembelajaran secara online. Sehingga tidak sedikit dari orang tua yang membelikan HP untuk anaknya. Namun sayangnya banyak kasus yang terjadi bahwa hal ini justru menjadikan anak menghabiskan kebanyakan waktunya untuk bermain HP. Tujuan utama orang tua membelikan HP adalah agar anak bisa mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, dan belajar. Namun pada kenyataannya beberapa anak terkadang menunda untuk mengerjakan tugas dan memilih untuk bermain HP terlebih dahulu. Selain itu, karena anak sudah memegang HP sendiri sehingga setelah mengikuti pembelajaran online mereka memilih menghabiskan waktunya untuk bermain HP. Dan dijumpai kasus bahwa beberapa anak sulit dicegah untuk menggunakan HP di luar waktu pembelajaran.


Lalu bagaiamana cara menguranginya? Berikut ini adalah upaya-upaya yang dapat dicoba untuk mengurangi penggunaan HP pada anak

  • Nasihati dan jangan dimarahi terlalu sering
Jika anak terlalu sering bermain HP bahkan menghabiskan hampir semua waktu luangnya untuk bermain HP, cobalah untuk menasihatinya dengan baik. Dalam hal ini, usahakan jangan sampai marah. Karena jika anda marah berulang kali, justru semakin lama kemarahan kita tidak memiliki hal yang berarti bagi anak.

  • Lakukan Pendekatan

Agar anak bisa menerima nasihat dari kita, tentunya kita perlu melakukan pendekatan. Jika kita dekat dengan anak, tentu itu akan membuat anak lebih mudah dan lebih senang menerima nasihat dari kita.

  • Temani anak untuk bermain

Seperti yang kita tahu, dunia anak-anak merupakan dunia bermain. Bermain juga dipercaya bisa melatih motorik anak. Jadi, akan jauh lebih baik jika anak menggunakan waktu senggangnya untuk bermain daripada menghabiskan waktu untuk menggunakan HP. Namun, tentu saja anak akan merasa cepat bosan jika harus bermain sendiri sepanjang hari. Jadi alangkah baiknya kita meluangkan waktu untuk menemani anak bermain.

  • Ajak anak melakukan hal-hal bermanfaat

Selain bermain, kita juga bisa mengajak anak menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan hal-hal bermanfaat. Kita bisa mengajak anak untuk bersih-bersih rumah bersama, membuat mainan dari barang bekas, dan masih banyak lagi.

Nah… demikian itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan HP pada anak. Semoga bermanfaat.